7.22.2021

terima saja

0 komentar
Terima saja bukan berarti pasrah
Terima saja adalah sebuah bentuk usaha untuk menerima

Menerima diri kita apa adanya
Menerima keadaan apa adanya
Menerima orang lain apa adanya

Karena
Tidak semua bisa berjalan sesuai dengan harapan
Tidak semua bisa berjalan sesuai kehendak kita

Kita tidak bisa mengontrol semuanya
Kita tidak bisa merubah yang diluar kendali kita

Namun kita bisa melakukan sesuatu dengan terima saja
Percayalah terima saja bukan sebuah bentuk menyerah, melainkan sebuah usaha

Tidaklah mudah untuk menerima saja
Tidaklah mudah untuk melakukannya
Tapi pasti bisa
Setidaknya untuk berhenti sejenak, menenangkan diri dari hati yang tidak bisa terima

Karena hati kita perlu dijaga
Mungkin kita menginginkannya kuat-kuat
Tapi ternyata semakin kuat kita ingin, semakin jauh digapai

Terimalah bahwa You Can't Always Get What You Want

Berdoalah, berusaha dan bersabarlah
Hanya Dia yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya.

Ikhlas

"You can't always get what you want
if you try sometimes, well, you might find
you get what you need" ― The Rolling Stones

4.20.2020

belajar menaruh gelas

2 komentar
Ini adalah pelajaran yang sering dilupakan.

Taruhlah gelas itu sejenak agar kita bisa memegangnya kembali dan meletakkannya ditempat yang seharusnya.

Terkadang kita tidak rela melepaskannya, takut jatuh.
Atau mungkin takut hilang.
Tapi sayangnya semakin lama kita pegang, bukan menjadikannya semakin dekat dengan kita.
Melainkan semakin bosan kita dengannya.

Karena kita tidak akan bisa selama itu memegangnya tanpa berhenti.
Kita akan lebih lelah dibandingkan jika kita taruh terlebih dahulu.

Tidak mudah memang untuk meletakkannya.
Tapi kita harus belajar.
Ini semua demi kesehatan jiwa dan raga.

Percayalah. Gelas itu akan menjadi milik kita selama dia berjodoh.
Jika tidak. Bersyukurlah.
Bebanmu sedikit berkurang.

setidaknya berjalan

0 komentar
Kamu bisa bermimpi apapun semaumu.
Tapi jangan lupa untuk berjalan ataupun berlari untuk mencapainya.

awan sejuta mimpi -

Harapan

0 komentar
Harapan itu tidak akan menjadi kosong atau palsu kalau kita berharap sesuai dengan yang kita yakin bisa kita raih. 
Tapi ketika kita terlalu jauh bermimpi dan kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, kita akan menganggap itu sebagai harapan kosong atau palsu.

Ada perkataan dari seorang yang sangat saya hormati: Janganlah berharap nanti kecewa.

Harapan disini adalah harapan yang terlalu jauh.
Karena jika kita telalu jauh berharap, kita akan sedih jika kita tidak mendapatkannya.
Berharaplah sesuai dengan kapasitas kita masing-masing.

Sesungguhnya kita harus memiliki harapan untuk dapat berusaha dan berjuang menjadi lebih baik lagi.

Namun jika kita tidak memiliki harapan, bukan berarti kita tidak mempunyai sesuatu yang diperjuangkan.
Yang kita harus lakukan adalah melakukan semua langkah dikehidupan dengan cara yang terbaik. Pada akhirnya kita akan tahu apa yang kita harapkan. Dan mendapatkan yang kita inginkan. 

Harapan itu sendiri.

Tidak ada yang mudah

0 komentar
Apapun itu.
Semua butuh usaha.
(ternyata) Tidak ada yang mudah.
Bukan berarti menyerah.
Tapi perbanyak usaha.

Apalagi kali pertama.
Terasa begitu sulit.
Butuh sekali, dua kali mungkin berkali-kali.
Untuk terasa lebih baik.
Tidak semudah di bayangkan.

Jikapun mudah.
Janganlah sombong.
Dalam hitungan detik semua bisa berubah dengan kesombonganmu.

Teruslah berusaha dan berdoa.
Akan tiba waktunya agar terbiasa.
Walaupun itu sulit.

11.19.2016

Angkasa

0 komentar

Dulu kita bersiap untuk terbang. Sangat ingin terbang, untuk melihat daratan dari angkasa.

Pada akhirnya, satu persatu dari kita mengepakan sayap dan terbang mengarungi angkasa.
Terbang ke berbagai penjuru bumi.
Melihat indahnya daratan, merasakan indahnya angkasa. Dan juga panas dan petir angkasa.

Tapi ingat, bumi itu bulat kawan.
Kita pasti bertemu kembali, mungkin di tempat yang berbeda.

Suatu hari nanti, kita pasti akan mendarat. Untuk melihat angkasa dari daratan.

Saat ini, biarlah rindu yang merasuk memacu kita untuk tetap berjuang.
Semua ada waktunya.
Waktu dimana kita ingin menikmati masa bersama kembali.
Tertawa dan bahagia bersama.

Semoga landasan kita sama.

See you on top, ladies.

11.27.2014

Muara

0 komentar
Bahwa semua perasaan yang belum kita luapkan ini akan menemui muaranya.
Menjumpai akhir yang kita tunggu sebagai pesta perayaan.
Jika menahan diri untuk tidak membuka hati pada sembarang orang adalah puasa, berjumpa denganmu jadi momen berbuka yang telah ditunggu sekian lama.


#repost

9.06.2014

kaca kehidupan

0 komentar
Lihatlah sekitar.
Perhatikan sejenak sekeliling kita.
Mungkin sedang hening, atau
mungkin sedang ramai.

Jalanlah ke keramaian.
Sebuah tempat dimana ada banyak orang.
Benamkan dirimu kedalam keramaian itu.
Heningkan dirimu, seakan kamu dapat mengawasi mereka satu persatu.

Pejamkan mata sesaat.
Tarik nafas panjang.
Rasakan sebuah ketenangan yang terselip diantara keramaian dan hingar bingarnya tempat itu.

Tenang dan hening, ditengah keramaian.

.......
..........

Lihatlah sebuah kedai yang ada kaca jendela besarnya.
Bayangkan kita dapat melihat seluruh isinya, setiap detail didalamnya.
Dari depan.
Satu per satu.

Berjalanlah menuju pintu dan masuklah kedalam kedai itu.
Apa yang kita lihat pasti akan berbeda dengan yang dilihat dari luar.
Dari dalam nampak ada yang berbeda dengan yang kita lihat dari luar.
Bahkan mungkin ada sesuatu yang tidak nampak dari luar.

Berjalanlah kembali menuju pintu dan keluar kedai itu.
Perhatikan lagi dari luar aktivitas di kedai itu.
Apa yang kita pikirkan ketika kita berada diluar dan melihat kedalam kedai?
Hanya komentar yang pasti akan terujar.
Asumsi semata.

Masuklah lagi kedalam.
Apakah asumsi dan komentar dari luar masih sama ketika berada didalam kedai itu?
Dan apakah kita sadar, ketika kita didalam kedai, selalu ada orang yang mungkin kita tidak kenal, mengamati kedai dari luar kemudian berasumsi dan berkomentar mengenai kita?

......
........
Tidak. Jawabannya tidak.
.........
......

Asumsi dan komentar kita diluar kedai TIDAK sama dengan asumsi dan komentar kita ketika berada didalam kedai. Terlebih lagi, komentar kita terhadap sebuah aktivitas akan berbeda signifikan ketika kita yang melakukan aktivitas itu.

Dan kita TIDAK sadar apabila ada orang yang mengamati dari luar.

Ya semua itu tak lain karena sebuah kaca.
Sebuah benda yang tembus pandang, yang membuat kita dapat melihat isi didalamnya.

Namun, kaca tersebut telah membatasi pandangan serta pendengaran kita, sehingga kita tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Hanya bisa melihat dari luar, berasumsi dan berkomentar. Pikiran masing-masing.

Dan kaca itu membuat keadaan menjadi kedap. Tak jarang kita tidak sadar bahwa ada sesuatu yang sedang mengawasi dan mengamati kita.

Itulah kaca kehidupan.


Ya kaca, bukan cermin.
Tanpa sadar, kita selalu dapat menatap kaca itu.
Terkadang kita seakan berada diluar kaca, terkadang berada didalam.

Karena sebenarnya kaca itu bukanlah sebuah wadah tertutup.
Kaca itu adalah sebuah lapisan yang selalu berada di depan kita, tidak mengekang dan tidak mengikat kita.
Karena itulah terkadang kita tidak dapat membedakan posisi kita, apakah didalam atau diluar.
Apakah sedang diawasi atau mengawasi.

Kaca itu bukanlah suatu penghalang atau pelindung atas kelakuan atau asumsi kita.
Kaca itu adalah pengingat kita, atas apa yang kita lakukan atau mungkin akan kita lakukan.
Pengingat atas asumsi yang mungkin sudah terucap atau baru terfikirkan.
Kaca itu adalah pengingat supaya kita dapat menjadi lebih bijak.
Karena tidak selamanya kita hanya mengawasi, tapi tanpa sadar pun kita juga sedang diawasi.

Kaca itu ada.
Selalu ada didepan kita.
Agar kita selalu dapat mawas diri terhadap lingkungan sekitar.

Tidak jarang, asumsi kita menjadi bumerang untuk diri kita sendiri.
Ya sekali lagi, kita mungkin tidak sadar ada yang mengawasi kita atas tindakan dan komentar kita.

Setiap orang memiliki kaca kehidupannya masing-masing.
Berbeda tebalnya, kekuatannya, bahkan sampai warnanya.
Hanya mereka sendirilah yang mengetahui keberadaan kaca kehidupannya.
Karena itulah, terkadang kita sama sekali tidak bisa melihat seseorang lebih dekat, karena dia telah membatasi dirinya.
Atau tak jarang juga, kita dapat melihat semuanya dari seseorang, ya itu karena dia mengizinkan kita untuk melihatnya.

Walaupun kaca itu tipis, tapi tetap tidak dapat dihancurkan.
Karena setiap dari kita memiliki bagian yang tidak ingin diketahui lebih jauh oleh orang lain.
Ada sebuah rahasia diri yang tak ingin diungkap.

Kaca kehidupan mengajarkan kita betapa pentingnya berfikir dua kali untuk mengutarakan atau melakukan sesuatu terhadap tindakan orang lain.
Karena setiap orang memiliki alasannya masing-masing atas apa yang mereka lakukan, yang mungkin tidak sesuai dengan pemikiran kita. Dan mungkin sebenarnya juga tidak ingin mereka lakukan.

Namun tak jarang juga, orang tidak peduli dengan apa yang dilihatnya.
Tapi terfokus pada apa yang akan orang lain lihat atas dirinya.

Hidup itu tidak hanya mengenai diri kita, tapi juga lingkungan sekitar.
Tak perlu mengejar kesempurnaan diri, karena jika dipaksakan akan menjadi sebuah kepalsuan.
Well, no body is perfect.
Jadilah pribadi yang baik dan berguna untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Berkacalah pada kehidupan sendiri ataupun orang lain.
Agar dapat lebih mawas diri, atas apa yang akan dilakukan dan diucapkan bahkan yang dipikirkan.
Selalu ada hal yang dapat dipelajari apabila kita mau membuka mata, hati, dan telinga untuk lebih peka terhadap sekitar.

Tidak ada kata terlambat untuk memulainya, berkaca.


Kita ada untuk mereka.
Dan
Mereka ada untuk kita.

4.11.2014

Aku mau.

2 komentar

Ketika kita terjun atau akan melakukan suatu hal baru, tidak semua hal itu kita yakini bahwa kita bisa.
Tak jarang kita tak yakin dengan keputusan yang kita buat.
Mungkin kita ragu, dan bertanya: apakah bisa?
 
Maju dan mundur.
Tarik dan ulur.

Disatu sisi kita harus segera memutuskan apa langkah kedepannya.
Dan tak jarang kita bertanya pada diri sendiri: mau sampai kapan meragu?
 
Semakin lama kita meragu, akan semakin banyak pertimbangan yang muncul.
And voila! PICKY.
Ya seperti pemilih. Hanya seperti memilih.
 
Semakin bimbang.
Akan jadi seperti apa nantinya?
Senang atau tidak ya?
Apakah akan mengecewakan atau tidak ya?
Apakah akan bahagia atau tidak ya?
Apakah …….. atau tidak?
……….
…..
Dan terakhir…..
Bisa atau tidak ya?
 
Ketika kita coba menarik kembali sebuah garis lurus.
Sebuah garis yang benar-benar lurus.
Yang ditarik tanpa semua tambahan pertimbangan yang tidak perlu.
Akar dari semua kebimbangan.
Jawaban atas keraguan.
 
Yang terjadi sebenarnya adalah keraguan diri sendiri atas keinginan kita tersebut.
 
Kita bukan takut karena tidak bisa.
Tapi karena kita tidak yakin apakah kita MAU.
 
Ini bukan perihal bisa atau tidak, tapi mau tidak mau.
Ya mungkin tidak bisa diaplikasikan pada semua keadaan.
Ini hanya salah satu kondisi.
 
Jika pada saat awal mencoba memijak, kita sudah tidak yakin, apakah kita mau atau tidak.
Maka dipijakan selanjutnya kita akan goyah, sekalipun kita bisa.
Akan ada banyak hal yang menggoyahkan kita, apabila seiring berjalannya waktu dan seiring pijakan yang diambil, kita tidak memantapkan keinginan kita tersebut.
 
Ya tiap orang ada pertimbangannya masing-masing.
Dan segala sesuatu memang patut dipertimbangkan.
Sampai batas tertentu.
Namun apabila keraguan sudah ada pada awal langkah, dan keraguan itu tidak berubah menjadi sebuah kemantapan.
Tinggal menghitung waktu saja, sampai kapan kita sanggup bertahan dengan pertentangan batin kita sendiri.
 
Sekali lagi.
Ini bukan perihal bisa atau tidak, tapi mau tidak mau.
Jika kita mau, tapi mungkin kita kurang merasa bisa.
Pada waktunya kita akan bisa.
Semua butuh waktu.
Waktu untuk belajar.
Pertanyaan mengenai: bisa atau tidak ya? Pasti akan muncul.
Namun akan menjadi semangat dan energi positif apabila kita mau.
Sehingga menjadi bisa.
 
Keinginan itu haruslah sebuah keinginan yang muncul dari diri sendiri.
Karena semua itu kita yang menjalani.
Kita yang tau bagaimana cara menjalaninya.
Masing-masing dari kita punya cara masing-masing dalam berjalan menyusuri perjalanan dari sesuatu yang kita inginkan.
 
Tidak semua hal bisa kita coba-coba.
Selama kita tidak yakin, sebaiknya difikir kembali apabila kita mau mencoba.
Karena bisa membuat semacam perasaan: bukan ini yang saya maksud.
 
Ketika keraguan itu melibatkan banyak pihak, tidak menutup kemungkinan akan menyulitkan pihak terkait.
Memberikan bekas yang mungkin tidak dapat dilupakan.
 
Penting bagi kita untuk memantapkan dan mendefinisikan keinginan kita.
Memastikan hati atas apa yang kita inginkan.

Jangan gegabah dan merasa dikejar waktu.
Waktu tidak pernah mengejar kita, karena mereka berjalan konstan.
Hanya kita saja yang membuatnya seperti ‘mengejar’.
 
Jadilah seperti anak kecil yang tau apa yang diinginkan dan akan berusaha keras untuk mencapainya tanpa berfikir banyak hal. Tanpa menyakiti orang lain.
Satu tujuan. Satu keinginan.
 
If there’s a will, there’s a way.
Please, remember that.

3.25.2014

kita pasti diuji

0 komentar

Teringat kata rekan kerja saya ketika sharing suatu tema. Diakhir perbincangan terceletuk lah sebuah hal yang sebenernya diluar tema tersebut. Namun hal itu paling mengena.

"Temenku cerita... Pagi hari sebelum kekantor temennya temenku berdoa supaya menjadi orang yang lebih sabar. Dan dikantor ada aja hal yang membuat dia marah. Mulai dari hal kecil sampai besar. Emosinya naik terus. Kemudian ketika malam hari, temennya temenku mengingat ingat kejadian satu hari itu, menurutnya, hari itu sungguh menguji kesabarannya.
Dan teringatlah ia kalau pagi harinya ia berdoa kepada Tuhan agar menjadi orang yang lebih sabar. Keesokan harinya, temenya temenku berdoa lagi, doa yang sama. Namun ditambahkan : ya Tuhan, ujiannya jangan terlalu berat, saya masih belajar."

..........
................

Dan dari cerita itu pun saya terhenyak. Seperti bangun dari tidur yang cukup panjang.

Ya. Kita selalu diuji.

Kita sering berkeluh kesah atas apa yang kita hadapi.
Namun, sadarkah kita bahwa hal yang dikeluh kesahkan mungkin saja adalah ujian.
Jawaban atas doa-doa yang pernah kita mohonkan.

Ingin menjadi lebih sabar, diberi ujian kesabaran.
Ingin menjadi lebih pintar, diberi ujian kecerdasan.
Ingin menjadi lebih bijak, diberikan pilihan-pilihan.
Ingin menjadi lebih tenang, diberi sebuah kecemasan.

Semua pasti diuji.
Ujian itu untuk membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi.
Tingkatan yang kita inginkan.
Dan akan bertahap.

Tidak ada yang instan.

Ujian itu bisa datang kapan saja.
Siap tidak siap.
Harus kita hadapi.
Dan berikan yang terbaik.

Cobaan itu pasti akan berlalu.
Ketika sudah berlalu, kita akan tersenyum melihat masa itu.
Senyum bangga, karena kita bisa melewatinya.

3.24.2014

diam

0 komentar

Ada masa dimana kita harus memilih. Menentukan langkah kaki kedepan.

Ada masa dimana kita tidak yakin dan ragu atas apa yang kita pilih.
Walaupun sebenernya kita yang memilihnya.

Ada masa dimana kita merasa tidak sanggup atas pilihan kita.
Tidak tau lagi apa yang harus dilakukan.

Ada masa dimana kita merasa semua salah. Keadaan tidak berpihak pada kita.
Yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi namun benar-benar beyond expectations.

Ada masa dimana kita harus menjaga perasaan diri sendiri. Sudah letih menjaga perasaan oranglain, karena mereka tidak peduli.

Ada masa ketika suara yang kita keluarkan tidak bermakna sama sekali.
Tidak bisa merubah apapun.
Ingin teriak.
Tapi tak dapat didengar.

Dan pada akhirnya
Ada masa dimana kita memilih untuk diam.
Bukan bentuk penolakan ataupun penerimaan.
Hanya ingin hening.

Terdiam. Termenung.
Bukan meratapi.
Tapi benar-benar diam.

Mungkin memang hanya diam yang ingin kita lakukan.
Dan mungkin hanya diam yang dapat kita lakukan.

2.19.2014

berdirilah disana

0 komentar

Tampak menyenangkan berdiri di ujung bukit itu.
Dapat melihat sekitar dengan jelas.      
Hamparan rumput hijau yang terbentang luas dengan bunga-bunga yang indah.            
Cahaya lampu kota ketika malam bak bintang dilangit.   
Tampak menyenangkan semua itu, apabila kita berdiri di ujung bukit itu.
                                                     
Tampak menyenangkan berdiri di ujung bukit itu.
Dapat menghirup udara sejuk diatas bukit.
Udara sejuk.                                               
Suara angin yang syahdu, bagaikan sebuah simfoni yang indah.
Tampak menyenangkan berdiri di ujung bukit itu.

Kita ada disini. Ya disini.
Selalu ingin berada di ujung bukit itu.
Merasa bahwa akan tampak lebih indah jika berada disana.

Ketika kau berdiri disana.
Apakah semua bayanganmu jika berada disana adalah benar?
Apakah merasakan bahagia yang kau bayangkan?

Ya.
Ya. Ada sebagian yang benar dan.....
Tidak.
Tidak semuanya sama.

Tidak semua yang dibayangkan adalah sesuai dengan bayangan kita.
Semakin terkejutlah kita karena mereka yang ada disana tampak bahagia.
Membuat kita yang ada di sini ingin merasakan berada disana.
Namun setelah berada disana, tidak semua sesuai dengan bayangan kita.

Ya. Mereka bahagia karena mereka bersyukur dan menikmati apa yang bisa mereka nikmati.
Mensyukuri segala yang ada dihadapan mereka.
Mungkin saja mereka sebenarnya ingin berada disini, bukan disana.
Hanya kita tidak tahu.

Lihatlah kita disini.
Tidak kurang apapun.
Mungkin saja kurang menikmati itu semua, sehingga mereka yang ada diujung bukit nampak lebih indah.
Mungkin juga bosan.
Mungkin, apa saja mungkin.

Siapkan diri.
Untuk apapun yang mungkin dan bahkan tidak mungkin terjadi.
Karena tidak ada yang tau kemana kita akan berada.
Apakah disana, atau ditempat lain yang mungkin diluar dugaan.
Dimanapun itu, apapun itu.
Tempat itu adalah mungkin yang terbaik untuk kita.
Lihatlah nilai positif dibalik itu semua.

12.29.2013

There are things that we don't want to happen, but have to accept. Things we don't want to know, but have to learn. And people we can't live without, but have to let go. (Jennifer Jareau)

0 komentar

sepasang sepatu

1 komentar
sepatu.
pasti ada yang bertanya kenapa sepatu?
ya karena kita semua mengenalnya.

berawal dari percakapan singkat dengan seorang sahabat dan tidak disangka berujung pada rumus sepatu ini.

"mencari pasangan itu seperti mencari sepatu"

mencari yang pas
ketika mencari sepatu yang pertama kita lihat adalah bentuk dan warna (kita keluarkan harga ya di topik ini).
tak jarang orang lain mengatakan bagus, tapi kita merasa “kurang cocok”.
akhirnya kita mencari lagi sepatu yang kita rasa “ok, aku suka bentuk dan warnanya”.

setelah menemukan bentuk dan warna yang sesuai dengan yang kita inginkan. kemudian akan mencari ukurannya. apakah ukurannya tersedia atau tidak. kita mulai mencari tau lebih lanjut mengenai sepatu yang kita inginkan.

ukurannya tersedia, secara otomatis kita akan mencoba sepatu tersebut.
apakah benar-benar “pas” atau tidak dikaki kita.
lalu kita mencoba berjalan untuk mengetes apakah sakit atau tidak.
nyaman atau tidak.

bisa dikatakan cukup picky untuk memilih sepatu. karena kita mencari yang benar-benar “pas”.
sepatu itu nantinya akan kita pakai beraktifitas sehari-hari dan jika tidak pas.
tidak akan timbul rasa nyaman.
padahal yang kita cari dari sebuah sepatu adalah kenyamanan ketika digunakan, percaya diri serta kebanggaan ketika beraktifitas.

analogi yang sama ketika mencari seorang pasangan.
seperti kata pepatah, dari mata turun kehati.
tak dapat dipungkiri, rasa tertarik secara visual terhadap seseorang akan mendorong kita untuk mengenal lebih jauh orang tersebut kita.
visual disini dalam arti kata yang terlihat, mungkin secara fisik, tutur kata ataupun sikap pada saat awal.

kemudian keinginan untuk mengenal lebih jauh adalah mengenal karakter.
cocok atau tidak dengan kepribadian kita.
singkat kata : nyambung atau engga. apakah nyaman atau tidak.

jika semua oke.
well. congratulation!
you’ve found the one
:)
......

hal lain yang harus disadari mengenai sepatu adalah
walaupun berbeda, tapi searah
coba perhatikan sepatu kita.
kanan dan kiri pasti berbeda.
ya, sepatu itu berbeda untuk saling melengkapi.
saling mengisi. dan berdampingan.

walaupun berbeda, tapi mereka searah.
itulah sepatu kanan dan kiri.
terkadang mereka tidak sejajar: kaki kanan didepan, kemudian diikuti kaki kiri kedepan, kaki kanan lagi kedepan, dan begitu seterusnya.
mereka sedang melangkah maju, menuju satu arah yang telah mereka sepakati bersama.

oh well,
analogi ini juga sama ketika mencari seorang pelengkap dalam hidup kita.
tidak mungkin sama persis.
ada bagian yang sama, dan pasti ada juga yang berbeda.

dan perbedaan itu bukan untuk diperdebatkan.
namun untuk saling mengisi, menghargai dan melengkapi.
agar mereka bisa melangkah jauh kedepan.
untuk menggapai mimpi yang telah di cita-citakan.

......

perbincangan itu berakhir dengan keheningan.
karena sepasang sepatu telah mengajarkan sebuah makna dalam kehidupan yang mungkin tidak kita sadari.
mengajarkan bahwa sebuah pencarian itu selalu membutuhkan proses dan proses selalu membutuhkan waktu. dibutuhkan kesabaran untuk menemukannya.

kegagalan mungkin ada.
karena mungkin kita tidak langsung menemukan yang “pas”.
bisa setelah mencoba beberapa kali, baru menemukan yang pas.
namun bisa juga setelah mencoba beberapa kali, kemudian kita kembali ke pilihan sebelumnya.

we never know.

tapi satu yang kita tau.
sepatu itu selalu ada pasangannya.
:)


TULUS - SEPATU

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

bentangan kosong

0 komentar
manusia, ya manusia.

insan dengan sejuta karakter yang tidak bisa disamakan satu sama lain.
ketika kita berada pada satu titik dimana kita merasakan sebuah persamaan.
pada titik itu jugalah sebenarnya sebuah perbedaan terbentang luas.
lebih luas dari apa yang dibayangkan.
mungkin hal ini tidak disadari seutuhnya.
kasat mata.
namun itulah kenyataannya.
semua berbeda, bukan untuk memisahkan, namun untuk saling melengkapi.

dibutuhkan pengertian untuk menyatukan perbedaan tersebut.
terlihat mudah. terlihat simple.
namun ketika keegoisan telah hadir. pengertian tidak ada artinya lagi.
sebutir pengertian bisa menyatukan berkarung karung perbedaan.
namun ketika setetes keegoisan telah hadir. sejuta pengertian pun tak akan sanggup untuk menyatukannya.

sulit.
sulit jika begitu adanya.

banyak hal yang terkadang tidak bisa diterima.
banyak perubahan yang terkadang diinginkan.
banyak keinginan yang terkadang tidak tersampaikan.
banyak angan yang tak terwujud sehingga menjadi amarah semata.

sulit.
sulit jika begitu adanya.

dibutuhkan kesabaran lebih dalam memahaminya.
dibutuhkan keikhlasan lebih untuk menjalaninya.
dibutuhkan kelapangan lebih untuk menerimanya.
serta dibutuhkan pengertian untuk saling mengisi dan melengkapi.

semua itu dibutuhkan untuk menyatukan perbedaan yang ada.
semua itu nyata, semua itu ada.
semua itu hadir untuk mengajarkan kita tentang hidup.
menjadikan insan yang lebih dewasa. dan lebih tenang.

semua itu dibutuhkan untuk bersatu diatas perbedaan yang terbentang luas.
agar tetap berdiri tegak. agar tetap bertahan.
agar selalu tersenyum.


karena tidak ada manusia yang sempurna.

aksi reaksi

0 komentar
hukum ketiga newton
kutipannya begini : jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda (sumber: Wikipedia).

singkat cerita : aksi = reaksi; F = -F

well, sebelum dibaca lebih lanjut, karena saya tidak terlalu paham fisika, jadi ya mungkin kalau ada salah-salah persepsi, mohon dimaafkan :D

ternyata konsep hukum ketiga ini tidak semata-mata ada di pelajaran fisika saja.
aksi reaksi ini selalu ada dalam kehidupan nyata.

ketika kita memberikan sebuah aksi, kita akan menerima sebuah reaksi dalam arah yang berbeda.
sadar atau tidak, kita selalu melakukan aksi dan merasakan reaksinya.
sebuah reaksi atas aksi kita, feedback atas perbuatan kita.

semakin kuat aksi yang kita berikan, maka akan sekuat itu juga reaksi yang akan kita terima.
namun sayangnya, terkadang kita tidak menyadari besarnya aksi yang kita keluarkan sehingga terkejut ketika kita menerima reaksi atau feedbacknya.
kita menganggap semua itu tidak pada porsinya.
kemudian kita beraksi dengan aksi yang lebih besar, sebagai tanggapan atas reaksi yang kita terima.
dan WOW akan terkejut kembali ketika menerima reaksinya.
lagi, lagi dan lagi kita merasa tidak sesuai dengan porsinya atau "berlebihan".

well, kita tidak sadar.
atau tidak mau sadar.
atas apa yang telah kita lakukan.

based on hukum ketiga newton tersebut:
reaksi memiliki gaya yang sama besar dengan aksi namun arahnya berlawanan
namun pada kenyataannya, reaksi yang kita berikan bisa lebih besar daripada aksi yang kita terima. begitu juga sebaliknya.
tak ayal, sebuah hal kecil bisa menjadi sesuatu yang besar.

sementara ini, ada 2 hal yang perlu diperhatikan tentang aksi reaksi, yakni:
1. kita tidak sadar seberapa besar aksi yang kita berikan
2. memang ada reaksi 'lebih' yang kita berikan

dan ada 2 hal juga yang harus diwaspadai:
1. ketidaksadaran kita atas besarnya aksi
2. rasa tidak mau kalah

well noted.

sadar atau tidak.
kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf.
dengan tingkat emosi yang terkadang tidak bisa terbendung.

...
......

namun selama kita masih berkutat dalam 2 hal tersebut.
tidak akan ada sebuah ketenangan dalam sebuah hukum alam aksi reaksi.
tidak akan ada pembelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya.
tidak akan memperbaiki keadaaan.

alangkah baiknya jika semua cukup pada porsinya.
atau 'pas'.

but, another 'well'
kita terkadang terlalu angkuh untuk mengakuinya.
dan merasa masih sanggup untuk menghadapinya.

kita harus menyadari keterbatasan yang kita miliki,
ambang batas atas sebuah kejadian.
kita bisa diam sejenak untuk menenangkan diri.
memulihkan energi untuk menghadapi aksi reaksi selanjutnya.
energi positif untuk menghasilkan sebuah redaman.

ya meredam suasana yang mungkin sudah berlebihan.
sebuah redaman untuk membendung sebuah aksi.
sebuah redaman juga untuk menangkis sebuah reaksi.
sebuah pertahanan diri untuk menghindari aksi reaksi yang mungkin pahit.

redaman tersebut sangat bermanfaat untuk memperbaiki sebuah keadaan.
namun terkadang kita tidak mau menunggu redaman itu selsai bekerja.
sehingga redaman yang kita buat nampak tidak behasil.

biarlah sejenak,
waktu akan membantu redaman itu untuk berfungsi.
bersabarlah sedikit untuk sebuah aksi reaksi yang manis.

tiada tara

1 komentar
keinginan tak selalu seindah kenyataan
keinginan tak selamanya bisa terwujud
keinginan hanya akan menjadi sebuah angan jika tidak ada usaha
keinginan tak akan indah jika hanya dipikirkan
keinginan tidak akan terlaksana jika hanya diam

sebenarnya
keinginan adalah mimpi bagi tiap orang
keinginan adalah semangat hidup
keinginan adalah kreatifitas
keinginan adalah seninya hidup
keinginan adalah sebuah doa, harapan
keinginan merupakan sebuah harta
keinginan adalah semangat

akan tetapi
tak jarang mereka menyerah kepada mimpinya sendiri
tak jarang mereka mengurungkan keinginannya sendiri
tak jarang mereka tidak mau berusaha untuk menggapai mimpinya
seringkali mereka hanya memendam keinginannya itu
dan tak jarang mereka menyalahkan orang lain karena keinginan tak seindah yang diharapkan

tidak seharusnya mereka menyalahkan orang lain
sadarkah, bahwa sebenarnya mereka secara tidak langsung menyalahkan dirinya sendiri?
lalu mereka menangis…
mereka menangisi penyesalan tiada tara akibat tindakan yang bisa mereka lakukan namun tidak mereka lakukan
mereka menangisi keadaan

dan sebenarnya… mereka itu sedang menghadapi sebuah tekanan
mereka tidak kuat menahan tekanan keadaan itu
mereka belum siap menerima hancurnya keinginan mereka
mereka menyesal.

menyesal karena banyak hal
diri sendiri
orang lain
keadaan
dan semua yang bisa mereka kambing hitamkan

salah. mereka tau bahwa menyesal adalah sia sia.

hingga akhirnya
sebagian dari mereka tidak ingin bermimpi lagi
mereka letih untuk bermimpi
mereka sadar bahwa keinginan mereka tidak akan terwujud
mereka sadar akan kemampuan mereka untuk sekedar bermimpi
dan mereka memutuskan untuk tidak bermimpi lagi dan memendam keinginan mereka sedalam dalamnya

namun sebagian lagi dari mereka tetap bermimpi
mereka bangkit dari penyesalan
mereka berdiri
mereka terus berusaha
mereka terus bermimpi
memperjuangkan yang mereka inginkan
memperjuangkan yang mereka pertaruhkan

dan sebenarnya (masih ada) tidak jarang dari mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan sehingga mereka hanya diam termenung melihat keadaan.



jadilah pemilik mimpi yang berjuang untuk mewujudkannya

1.27.2013

Inspirasi!

0 komentar

Saya selalu ingat kata dosen saya yang akrab saya panggil prof.
"Menulis itu kapan saja, jika ada ide tuliskan saja. Apapun itu, walaupun nanti diganti atau direvisi. Karena inspirasi itu tidak datang setiap saat. Menulis itu gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Jika ada ide, namun tidak dituliskan bisa-bisa kita lupa."

Ya mungkin tidak sama persis, tapi intinya seperti itu. Sudah 4 tahun yang lalu prof. menerangkan hal itu didepan kelas ketika memberikan pembekalan untuk menulis skripsi, dan kata-kata "jika ada ide, tuliskan saja" selalu teringat dalam benak saya.
Karena perkataan beliau itulah saya jadi suka menulis. Walaupun mungkin ada dari tulisan saya suka ngarol ngidul. Bahkan terkadang lebih rajin menyumbang tulisan untuk blog dibandingkan skripsi/laporan.

Tulisan-tulisan saya berawal dari notes di facebook dan kemudian merambah ke blogspot. Saat itu saya sempat rajin membuat tulisan, tapi setelah dibaca lagi tak jarang hanya saya jadikan draft, tidak dipublish.

Ada kepuasan tersendiri ketika menulis.
Dunia ketikan serasa milik sendiri. Bebas mencurahkan isi kepala, walaupun tetap ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara detail. 
Dan berhubung saya memang suka hal-hal yang tersirat, saya latihan untuk menulis secara tersirat, terkadang maksud hati tersampaikan kepada yang membaca, namun terkadang ngambang. Ya namanya juga pemula. Newbie.
Ya so far dengan menulis ini, bisa membuat perasaan menjadi lega dan menulis ini adalah salah satu kegiatan yang menghibur.

Saya setuju dengan perkataan dosen saya bahwa "inspirasi itu tidak datang setiap saat". Betul sekali. Jika tidak ada ide, yasudah. Mau berjam-jam didepan notebook juga tidak ada sepatah katapun yng terketik. Tapi jika sudah ada ide. Tiktiktiktaktik. Sekejap bisa jadi. Ya benar, setelah dibaca lagi, ada yang kurang sesuai atau ada yang berlebihan sehingga perlu direvisi/diganti.

Pengalamanlah yang menjadi inspirasi utama saya dalam menulis.
Dari sana, berusaha mengambil hikmah positifnya dan menuangkannya menjadi sebuah tulisan.
Belajar dari pengalaman, diri sendiri atau orang lain.
Kalau kata pepatah "pengalaman adalah guru yang terbaik".
Ya! Mungkin perlu ditambahkan : "selama orang itu mau mengambil hikmah positif dibalik kejadian yang ada". Karena menurut saya, jika hikmahnya tidak dipelajari, pengalaman hanya sebuah cerita.

Dari pengalaman dan hikmahnya, saya belajar menjadi pemimpi. Sampai-sampai nama blognya saja : awan sejuta mimpi!
Karena dari bermimpi, kita bisa menyusun strategi untuk maju dan melangkah. Berani bermimpi berarti secara tidak langsung, kita berkata kepada diri sendiri bahwa kita sanggup menggapainya. Itu semua bisa digapai dengan berusaha, berdoa dan tawakal.

Kalau bicara mimpi juga bicara waktu.
Semua akan indah ada waktunya.
Terkadang, walaupun kita sudah berjuang semakimal mungkin tapi hasil yang diinginkan belum sesuai.
Ya mungkin memang belum waktunya.
Jadi saatnya kita bebenah diri dan memperbaiki diri sampai waktu menjawab semuanya dengan keindahan yang dijanjikan.

Selamat menulis dan menjadi pemimpi!




"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." ― Pramoedya Ananta Toer

"Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." ― Pramoedya Ananta Toer

1.08.2013

karena bahagia itu adalah sebuah rasa

1 komentar
bahagia.
sebuah rasa yang diinginkan oleh semua insan didunia.
sebuah rasa yang dapat memberikan sebuah senyuman.
sebuah rasa yang dapat menginspirasi.

ketika bahagia itu datang.
semua orang akan tersenyum.
semua orang akan teriak.
dan tak jarang ada yang menangis haru.

bahagia mungkin tidak untuk selamanya.
bisa sehari, duahari, seminggu, duaminggu.
setahun, duatahun.

kebahagiaan itu adalah buah hasil keikhlasan untuk menikmatinya.
dari sebuah kesabaran.
dari sebuah pengorbanan.
pasti akan ada sebuah kebahagiaan.

bahagia itu.
simple.
klasik.
bahagia itu sederhana.
sesederhana 1+1=2.
sesederhana huruf abcd.
sesederhana topi saya bundar.

kalau versi anak jaman sekarang:
sesederhana sebuah missed call
sesederhana sebuah "hai" di bbm
sesederhana sebuah sticker cute di line
:D

sebuah senyuman manis akan terukir indah ketika kebahagiaan itu datang.
sebuah rasa syukur atas apa yang telah diberikan olehNya.
sebuah anugrah yang diturunkanNya kepada kita.
bahagia itu adalah karuniaNya yang paling indah.

bersyukurlah!
kebahagiaan itu sederhana.
tidak perlu rumus einsten untuk merasakannya.
tidak perlu tekateki untuk memecahkannya.
sederhana.

bahagia itu milik seseorang.
ya seseorang.
dan personal.
karena definisi kebahagiaan itu hanya dia yang tau.
dia yang merasakan.

namun.
definisi sederhana itu kita yang membuat.
definisi sabar juga kita yang membuat.
dan definisi bahagia kita juga yang membuat.

semuanya kembali lagi kepada diri kita.
bahagia dengan definisi kita sendiri.

apakah kita akan bahagia dengan hal-hal yang membuat orang lain bahagia?
apakah kebahagiaan dapat dipukul rata untuk setiap orang?
tidak.
tidak sama. dan.
tidak bisa.

ketika kebahagiaan ditanyakan.
tak jarang kita hanya bisa terdiam.
tak jarang kita hanya bisa terpaku.

karena terkadang kita tidak tahu kebahagiaan apa yang kita inginkan.
karena terkadang kita bahagia (mungkin) diatas sebuah kesedihan.
karena terkadang kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan sepenuhnya.

itu semua.
sebuah pelajaran hidup.
agar kita bisa lebih menentukan sikap.
menetukan arah.
apa yang kita inginkan.
lebih tegas.
apa yang kita bisa.
lebih berusaha.

walaupun kebahagiaan itu simple. klasik. dan sederhana.
tapi tetap membutuhkan usaha untuk itu.

usaha untuk sebuah senyuman.
karena kebahagiaan itu sesederhana sebuah senyuman.

kebahagiaan itu dari hati.
karena bahagia itu adalah sebuah rasa.

1.01.2013

ruang

2 komentar
entah mengapa dan sudah lama sekali, ingin membuat sebuah tulisan dengan judul "ruang". dan kebetulan setelah berdiskusi dengan seorang teman baik, mendapat inspirasi untuk melanjutkan tulisan yang sudah lama diam, yaitu dari sebuah kata : "ruang".

ada hal-hal yang sebenarnya tidak bisa diungkapkan dengan kata apapun, well disaat itulah kita butuh sebuah ruang.
ruang untuk berfikir, ruang untuk tenang, ruang untuk mengumpulkan kekuatan.
ruang untuk sendiri.
karena sometimes kita berada dalam situasi yang tidak kita bayangkan sebelumnya.
bentuknya bisa bermacam-macam, bisa sebuah tulisan, sebuah gambar, sebuah tangis, sebuah tawa dan bahkan hanya sebuah diam.
ruang yang kita pilih adalah cara untuk kita bertahan dari apa yang sedang dihadapi.
everybody has their own way, a different way.

circle of life lah yang telah membuat eksistensi sebuah ruang dalam kehidupan kita.
circle of life lah yang secara tidak sadar yang membuat diri kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal.
lingkaran yang telah membentuk sebuah kepribadian.

ada sebuah titik dimana kita merasa tak seharusnya kondisinya seperti ini.
You can't always get what you want.
kita tidak selamanya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
tidak selamanya semua yang kita mau bisa didapat dengan jalan yang kita bayangkan.

it's life.
ketika sesuatu tidak sesuai dengan rencana.
ketika sesuatu tidak pada garis yang kita inginkan.
kita akan sadar bahwa kita adalah insan yang tak berdaya.
seraya ingin lari dari apa yang telah terjadi.

namun, kita tidak bisa selamanya menghindar. terlalu lama berdiam, menangis atau meratapi keadaan tidak bisa menyelesaikan apapun.
karena semua itu harus dihadapi.
we have to keep moving.
face it! maybe it's hard, tapi sesungguhnya Yang Maha Kuasa yang paling mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita miliki, dan tidak akan memberikan ujian yang kita tidak mampu untuk menghadapinya.

kita tidak pernah sendiri.

kekuatan itu bisa datang dari mana saja dengan cara yang mungkin tidak biasa.
sebuah titik cerah itu adalah hasil usaha-kerjakeras, doa dan memasrahkan segalanya kepadaNya setelah kita melakukan 2 hal sebelumnya.
yang menurut kita terbaik, namun belum tentu menurutNya itu adalah yang terbaik bagi kita.

ketika kita berada pada ruang itu, kekuatan yang kita miliki adalah semangat untuk tetap tersenyum.
believe it or not, sebuah senyuman adalah sebuah kekuatan yang sangat luar biasa dampaknya.
senyuman itu bisa menjadi sebuh hiasan indah seorang insan. sebuah senyuman bisa berarti segalanya.
ketika sebuah senyuman menggambarkan kekhawatiran, ruang itu dapat menyejukkannya.

di ruang itu, saatnya kita mengambil hikmah dari segala yang telah terjadi, yang mungkin telah membuat kita tersenyum dan menangis di waktu yang bersamaan.
semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, tergantung bagaimana cara kita melihatnya, seberapa besar kebesaran hati kita untuk menerimanya dan seberapa mau kita menjadikannya sebuah pelajaran berharga untuk sebuah masa depan.
dan semua itu membutuhkan keikhlasan untuk menjalaninya.
bagian tersulit dari sebuah circle of life.

semua itu membutuhkan waktu.
semua itu membutuhkan kekuatan.
semua itu membutuhkan kepercayaan.
semua itu pasti akan berlalu dan ada hikmahnya.

ruang itu adalah tempat yang tenang.
namun tidak bisa selamanya kita berada di ruang itu.
ruang itu hanyalah persinggahan sementara.
karena kenyataan lah yang harus dihadapi.


"Promise me you'll always remember: You're braver than you believe, and stronger than you seem, and smarter than you think." ― Christopher Robin to Winnie the Pooh
A.A. Milne's Winnie the Pooh

nindy

My photo
a cheerful girl, can't stop laughing and always try to give her best smile.. =)
 

awan sejuta mimpi... Design by Insight © 2009

This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates