12.25.2009

that's the way

0 komentar
tak jarang, banyak yang menyayangkan atas keputusan yang kita ambil.
walaupun keputusan itu merupakan sebuah hal kecil.
dan tak jarang, hal tersebut membuat kita menyesal karena merasa telah melakukan sesuatu yang mereka anggap salah.

memang sulit untuk menentukan sebuah keputusan yang terbaik bagi diri kita sendiri.
hal yang terbaik bagi kita = hal yang kita inginkan.
tak ayal, itulah yang tertanam pada diri kita.
padahal..... yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita.
karena pada dasarnya hal yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik bagi kita.
yang mengetahui itu semua hanya Yang Di Atas.

tapi bukan berarti kita tidak melakukan sesuatu.
kita tetap harus melakukan hal yang setidaknya menurut kita terbaik bagi diri kita sendiri.
kita harus bisa menentukan apa yang sebaiknya kita lakukan, apapun kata orang. *disini saya bicara sesuatu hal yang baik, bukan yang buruk. maksud saya, hal yang luruslurus saja, tapi orang lain memiliki pandangan yang berbeda.

tak jarang kita menyesal atas apa yang kita pilih.
sehingga terkadang timbul sebuah pertanyaan dalam hati :
mengapa saya dulu tidak mengikuti katanya? *sebutlah dia adalah orang yang berbeda pendapat dengan kita.
dan setelah itu, tak jarang kita menangis, karena menyesal.

tidak ada gunanya kawan.
sungguh.

kita sudah memilih.
kita yang memutuskan.
kita yang menentukan.

hasil yang kita dapat sekarang adalah buah karya langkah kita kemarin. dan satu langkah yang telah kita ambil, dihasilkan dari keputusan kita sebelum melangkah.
ingat itu.
semua itu ada digenggaman kita.
semua itu hasil pemikiran kita.
semua itu hasil pertimbangan kita.

orang lain, tidak semuanya merasakan apa yang kita rasakan.
mereka yang menyayangkan keputusan kita anggaplah sebuah nasihat.
mereka adalah orang-orang yang menyayangi kita.
mereka tidak ingin melihat kita sedih.
mereka tidak ingin kita menyesal.
mereka ingin melihat kita bahagia

namun, tak jarang ketika mereka memberikan nasihatnya.
kita marah. kita berdiri diatas keangkuhan kita semata.
kita marah. karena sebenarnya kita pun tidak yakin atas apa yang kita pilih.
namun itu semua adalah keegoisan semata.
karena kita ingin dianggap benar.
dianggap dewasa.

ya, dewasa.
seakan sedang mencari jati diri.

that's the way
semua itu adalah proses.
bimbang, ragu, yakin,
kita menangis,
kita tertawa,
kita bahagia,
dan kita sedih.

semua itu adalah pembelajaran agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi.
semua itu dihasilkan dari usaha dan kerja keras kita.
berfikir akan sebuah keputusan.
dan tak lupa tetap terus berdoa kepadaNya agar diberikan yang terbaik.

semua ini. demi kita.
bukalah mata,hati, telinga kita untuk menerima perbedaan yang ada.
berlapang dadalah untuk menjawab sebuah pertentangan.
ikhlaskanlah semua ketika tidak sesuai dengan yang diharapkan.
dan bersyukurlah atas semua yang ada disekeliling kita, baik dan buruknya.
karena sesungguhnya kita tidak benar-benar tahu apa yang terbaik baik bagi kita.

semua hal baik ini. bukan semata karena kesombongan dan keangkuhan serta kerja keras kita.
karena semua ini atas izin Yang Di Atas.

alhamdulillah.



12.18.2009

missing the moment as they pass

0 komentar
Time, where did you go?
Why did you leave me here alone?
Wait, don't go so fast
I'm
missing the moments as they pass
Now I've looked in the mirror and the worlds getting clearer
So wait for me this time
I'm down I'm down on my knees I'm begging for all your sympathy
But you (I'm just an illusion) you don't seem to care (I wish that I could)
You humble people everywhere (I don't mean to hurt you)
Now I've looked in the mirror and the worlds getting clearer
I'll take what you give me. Please know that I'm learning
So wait for me this time
I should've know better
I shouldn't have wasted those days
And afternoons and mornings
I threw them all away
Now this is my time
And I'm gonna make this moment mine.
(I shouldn't have wasted those days)
I'll take what you give me. Please know that I'm learning
I've looked in the mirror
My world's getting clearer
So wait for me this time

Chantal Kreviazuk - Time

11.27.2009

kambing hitam?

0 komentar
mereka yang berbuat salah
mereka sadar kalau itu salah
.......
..........
............
dan akan selalu ada :
kambing hitam.

ITU TIDAK ADIL
memang mungkin tidak 100% benar
tapi mereka terlalu jauh.
terlalu menutup diri untuk sebuah kebenaran.
mereka hanya memandang dari sisi kesenangan mereka saja.
dari sisi benar mereka yang sebenarnya dipandang salah dunia.
mereka merasa berkuasa atas apa yang mereka miliki.

mereka yang berulah.
kambing hitam yang kena.
dasar mereka!
merasa selalu HARUS SELALU benar!
dan.....
kambing hitam yang selalu salah.

9.20.2009

1 menit untuk selamanya

12 komentar
1 menit untuk selama
terkadang kita memang tidak pernah menyadari betapa berharganya waktu yang kita jalani.
bahkan terkadang kita ingin memutar balik waktu. bukankah itu sebuah tanda bahwa kita tidak menggunakan waktu yang pernah ada dengan sebaikbaiknya?

dan tak bisa dipungkiri, kita pernah meminta waktu kembali ke masa yang kita inginkan.
ataupun kita ingin meminta waktu kembali agar kita bisa memperbaiki sesuatu dimasa lalu yang berakibat buruk dimasa yang sedang kita jalani ini.

1 menit.....
ya, waktu 1 menit ini terkadang tidak pernah kita sadari betapa pentingnya.
begitu banyak kejadian yang terjadi hanya dalam 1 menit. dan mungkin kita tidak tahu apa dampak dari 1 menit tersebut.
semua itu rahasia. ya rahasia Yang Maha Kuasa.

dalam 1 menit itu, banyak yang bisa kita lakukan, tapi betapa rasa malas selalu menghantui bagaikan bayangan yang tak pernah lepas dari badan kita. selalu saja datang. dan terkadang kita tidak mengakui kalau kita malas.

hanya 1 menit dapat mengubah segalanya.
nangis jadi senyum begitu juga sebaliknya. sebenanya itu semua juga bisa terjadi dalam hitungan detik.
namun dalam 1 menit semuanya seperti cerita.
dimana jika kita senang akan terasa seperti 1 detik,
namun ketika kita sedih akan terasa bagaikan 1 jam bahkan lebih lama lagi.
jangan menghitung 1 menit, karena akan terasa lebih lama daripada menuggu 1 jam.

kita butuh 1 menit untuk diri kita sendiri.
untuk berfikir apa saja yang sudah terjadi.
apa saja yang sudah dilakukan.
apa saja yang akan dilakukan.
apapun itu. apapun itu yang berhubungan dengan diri sendiri.
hanya 1 menit. ya hanya 1 menit, mungkin kita bisa mengubah dunia.

tak jarang kita hanya butuh diam selama 1 menit untuk menenangkan hati dan pikiran.
1 menit untuk menjadi orang yang lebih baik.
1 menit untuk bermimpi.
1 menit untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan.
mungkin terlihat impossible.
namun nothing is impossible.

percayalah.
yakinlah.
bahwa kita mampu.
walaupun hanya dalam waktu 1 menit.

1 menit untuk memaafkan
1 menit untuk menerima
1 menit untuk menangis
1 menit....... untuk merenung.

1 menit lebih dari cukup untuk menyesal
ya. menyesal. selalu berujung pada penyesalan jika membicarakan waktu.
subjektif memang. tapi tanpa sadar kita mengiyakan.
terlebih lagi jika dimasa sekarang kita sedih.
jika kita sedang bersedih, itu pasti karena satu hal dimasa lalu. dan kita ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki hal itu. apakah itu bukan menyesal karena perbuatan di masa lalu?
mungkin ada baiknya untuk kita merenung....

sesungguhnya semua itu pelajaran bagi kita.
pelajaran agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.
terlebih lagi pelajaran bagi kita agar menjadi insan yang pandai bersyukur.
mensyukuri keadaan.
mensyukuri waktu yang terus berputar.
waktu yang memberi warna kehidupan.

1 menit.
hargailah 1 menit.
lakukan yang terbaik dalam 1 menit yang ada.
syukurilah 1 menit yang pernah ada. yang pernah dijalani.
1 menit bisa menjadi selamanya.
ya selamanya. karena tidak ada yang tau apa yang terjadi 1 menit setelahnya.

7.06.2009

pasir dalam genggaman

0 komentar
teringat kata seorang sahabat.
yang menganalogikan sebuah kedekatan dengan orang
lain dengan pasir.
"dia seperti pasir, semakin erat genggaman maka dia akan pergi, namun jika tidak digenggam maka dia akan terbang, tertiup angin. dia juga sama kan. semakin dikejar, dia akan lari, namun kalo ga dikejar, ya dia pergi gitu aja",
sahabat berkata sambil memperlihatkan genggaman erat tersebut.

aku memang setuju dengan pernyataan kedua : semakin dikejar, dia akan lari, namun kalo ga dikejar, ya dia pergi gitu aja.
namun untuk pernyataan pertamanya, aku belum bisa mengiyakan.
analogi pasir tersebut aga janggal untukku pada saat itu.
karena aku belum pernah memegang pasir seperti yang sahabat peragakan.
aku tidak terlalu ambil pusing. dan aku biarkan berlalu beg
itu saja.

beberapa waktu kemudian, terbuka pikiranku akan pernyataan sahabat.
pasir itu.........................



semua berawal dari pasir putih yang kulihat.
begitu indah. menampilkan indahnya anugrah Yang Maha Kuasa terhadap bumi ini.
pasir putih itu, ingin kusimpan.
ingin ku masukkan ke dalam toples untuk hiasan dikamarku.
yah, semacam akuarium kecil tanpa air, yang berisi pasir putih itu, kemudian diatasnya diletakkan cangkang kerang dan beberapa batu karang yang kecil kecil.
pasti indah pikirku, selaras dengan cat tembok kamarku yang sudah bernuansa laut.

tanpa berfikir panjang, aku langsung berlari di hamparan pasir putih yang dekat sekali dengan laut biru.
nyiur melambai, angin berhembus.
aku hanya membawa sebuah plastik kiloan di tangan.

aku menikmati indahnya suasana pagi itu.
setelah beberapa lama, baru aku teringat bahwa aku ingin membawa pasir putih itu pulang.
dengan semangat membara, aku langsung mengambil pasir putih itu dengan tanganku.
angin berhembus kencang saat itu.
pasir itu aku genggam dengan erat agar tidak tertiup angin.
lalu aku masukkan pasir putih itu ke dalam plastik yang aku bawa.

aku diam.

pasir dalam genggamanku.

pasir yang telah kumasukkan ke dalam plastik tidak sama jumlahnya dengan pasir yang aku ambil.
kemudian aku melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
kuambil pasir yang tersebar begitu luas di pinggir pantai.
dan ku genggam lagi dengan erat agar tidak bertaburan tertiup angin.
kemudian aku masukkan ke dalam plastik.
aku dapati hasil yang sama dengan yang pertama.
pasir yang berada dalam plastik, aku rasa tidak sebanding dengan pasir yang aku ambil tadi.
aku masih penasaran.
kulakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya. namun hasilnya tetap sama.

aku diam.

tertegun.

apa yang salah?

kuambil segenggam pasir.
kuamati bentuknya yang halus.

aku kembali diam.

aku mencoba menggenggamnya dengan erat.
kemudian aku melihat, serbuk serbuk pasir itu jatuh seperti tertiup angin melewati sela-sela jariku.
tidak ada angin saat itu.

aku tertegun.
kemudian aku kembali mengambil segenggam pasir.
kali ini aku tidak sampai menggenggamnya terlalu erat.
aku seperti membuat mangkung dari jemari tanganku.
wadah untuk pasir tersebut.

diam untuk beberapa saat.

aku tersenyum.
pasir pasir itu tidak jatuh melalu sela-sela jemariku.
melainkan tetap pada tempatnya, walaupun angin berhembus dengan kencang.
yah, walaupun ada juga yang tertiup angin, namun tidak banyak.

pasir itu masih berada dalam tanganku.

aku diam.
aku tersenyum.
dan aku segera memasukkan mereka ke dalam plastikku.

aku mencoba kembali mengambil pasir itu.
kali ini aku tidak membentuk mangkuk dengan jariku, namun aku biarkan jemariku mendatar begitu saja.
ternyata dengan mudah pasir itu beterbangan.


pasir itu, ternyata tidak seperti yang kulihat.
ketika aku melihatnya. aku berfikir akan mudah untuk mengambilnya, karena mereka ada banyak. tidak sulit aku rasa untuk mengambil sedikit dari hamparan pasir tersebut.
hanya dengan aku genggam aku pikir aku bisa mendapatkan mereka dalam jumlah banyak.
namun ternyata aku salah.
salah cara mengambil mereka.
pasir tidak dapat digenggam terlalu erat. karena mereka akan jatuh begitu saja.
tidak bisa juga membiarkan mereka begitu saja lepas dalam genggaman.
pasir itu... harus diperlakukan dengan cara yang tepat oleh jemari kita.
seperti membentuk mangkuk dengan jemari, maka pasir akan tetap berada didalam genggaman kita.

teringat kata sahabat. analogi yang aku rasa janggal dahulu.
kini terbukti. aku mengalaminya sendiri.

pasir itu. tidak mudah untuk digenggam.

nindy

My photo
a cheerful girl, can't stop laughing and always try to give her best smile.. =)
 

awan sejuta mimpi... Design by Insight © 2009

This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates